Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Budaya Kuliner

Fakta Menarik & Asal-Usul Buah Kluwek yang Wajib Kalian Ketahui

Mangenal Kluwek Biji kluwek atau kepayang adalah salah satu rempah-rempah yang unik dan memiliki rasa yang khas. Biji kluwek adalah buah dari pohon kepayang (Pangium edule) yang tumbuh di daerah tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Karakteristik Biji Kluwek: biji kluwek memiliki rasa yang pahit dan aroma yang kuat, namun jika diolah dengan benar, dapat memberikan rasa yang unik dan lezat pada masakan. Biji kluwek biasanya diolah dengan cara direbus, digoreng, atau disangrai untuk menghilangkan rasa pahitnya. Cara Mengolah Biji Kluwek: Untuk menghilangkan rasa pahit biji kluwek, biasanya dilakukan proses perebusan atau perendaman dalam air panas. Setelah itu, biji kluwek dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan, seperti: - Rawon: masakan khas Jawa Timur yang menggunakan biji kluwek sebagai salah satu bahan utama - Sambal kluwek: sambal yang dibuat dengan biji kluwek dan bahan lainnya - Bumbu masakan: biji kluwek dapat digunakan sebagai bumbu untuk masakan lainnya Biji kluwek ada...

Fakta Unik Tape Singkong/Peuyeum: Proses Pembuatan serta Asal-Usul Oleh-Oleh Khas Bandung

Manisnya Kuliner Tape singkong merupakan salah satu jenis makanan tradisional fermentasi dari Indonesia yang berasal dari singkong (ubi kayu) yang dikukus atau direbus, kemudian difermentasi menggunakan ragi khusus. Di daerah Jawa Barat tape singkong dikenal sebagai Peuyeum. Asal khasnya: Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung — masyarakat setempat pada masa penjajahan menggunakan singkong sebagai makanan pengganti ketika nasi sulit diperoleh.  Belum diketahui catatan sejarah tertulis yang sangat tertata mengenai kapan persisnya tape singkong mulai diproduksi pertama kali — ada keterangan bahwa metode pengawetan dan fermentasi singkong telah ada sejak abad ke-19.  Di berbagai wilayah Indonesia, makanan fermentasi berbasis pati/singkong/beras seperti tape atau tapai merupakan bagian dari tradisi Austronesia (budaya Nusantara) yang mempergunakan fermentasi sebagai cara mengawetkan dan menyajikan pangan lokal.  Fakta Unik Tape singkong memang mengandung sedikit alkohol sebagai has...

Resep Ayam Geprek Crispy Lengkap dengan Sambal Variatif — Disiram Sambal Matah sampai Saus Barbeque

Kriuknya Kuliner Tanah Air Ayam Geprek, salah satu kuliner populer di Indonesia, memiliki asal usul yang menarik. Menurut sejarah, Ayam Geprek pertama kali dikenal di Yogyakarta pada tahun 2003, berkat kreativitas Ibu Ruminah atau Bu Rum, seorang penjual makanan di kawasan Papringan. Fakta unik tentang Ayam Geprek: - Asal Usul: Ayam Geprek diciptakan secara tidak sengaja ketika seorang mahasiswa meminta Bu Rum untuk menambahkan sambal ulek pada ayam goreng tepungnya. - Nama: "Geprek" berasal dari bahasa Jawa, yang berarti "dipukul" atau "ditekan". - Perbedaan dengan Ayam Penyet: Ayam Geprek menggunakan ayam goreng tepung, sedangkan Ayam Penyet menggunakan ayam goreng tradisional Jawa. - Popularitas: Ayam Geprek menjadi populer di Indonesia sekitar tahun 2017 dan kini dapat ditemukan di hampir semua kota besar di Indonesia. - Variasi: Ayam Geprek memiliki berbagai variasi, seperti sambal bawang, sambal mozarella, dan sambal matah. Asal usul Ayam Geprek yang...

Resep Rawon Daging Sapi Khas Jawa Tengah — Nikmati Kluwek yang Jadi Khas Bumbu Rawon

Budaya Kuliner Tanah Air Asal-Usul dan Sejarah Rawon Rawon adalah masakan tradisional khas Jawa Timur yang sudah ada sejak abad ke-10. Dalam Prasasti Taji yang ditemukan di Ponorogo dan berangka tahun 901 M, disebutkan istilah “rarawwan”, yang diyakini sebagai bentuk awal kata rawon. Hidangan ini berasal dari masa Kerajaan Mataram Kuno dan kemudian populer di masa Majapahit sebagai sajian istana untuk para bangsawan. Nama “rawon” diduga berasal dari kata Jawa “rawo” atau “rawa”, menggambarkan warna kuahnya yang hitam pekat seperti air rawa. Warna itu berasal dari kluwek (kluak) — biji berwarna gelap yang menjadi ciri khas sekaligus sumber rasa gurih khas rawon. Ciri dan Keunikan Rasa Rawon terbuat dari daging sapi, terutama bagian sengkel atau sandung lamur, yang direbus bersama bumbu rempah seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, jahe, lengkuas, kunyit, dan kluwek. Kuahnya gurih, sedikit manis, dan beraroma rempah kuat — berbeda dari sup atau soto lainnya di Nusantara. Dulu, raw...

Cara Membuat Martabak Telur dengan Isian yang Berbeda-Beda

Warisan Budaya Leluhur Hallo Sahabat Foodie Explorer! Pasti kalian menyukai kuliner mendunia satu ini. 🥚 Fakta Unik & Asal Usul Martabak Telur Martabak telur adalah salah satu jajanan gurih yang paling populer di Indonesia, tapi ternyata asalnya bukan dari sini! Hidangan ini dipercaya berasal dari Arab dan India Selatan, dibawa oleh para pedagang Muslim ke Asia Tenggara. Di Arab, martabak disebut mutabbaq yang berarti “dilipat,” sesuai cara memasaknya. Di Indonesia, martabak kemudian beradaptasi dengan lidah lokal — kulitnya lebih renyah, isiannya lebih berbumbu, dan biasanya disantap dengan acar mentimun serta cabe rawit. Ada dua jenis utama yang dikenal: martabak telur (gurih) dan martabak manis (atau terang bulan di beberapa daerah). Fakta uniknya, di setiap daerah nama dan gaya martabak bisa berbeda! Di Medan disebut martabak Mesir, Di Jawa disebut martabak telur, Sedangkan di Malaysia dan Singapura dikenal sebagai murtabak. Martabak telur juga sering dianggap simbol “hidangan...

Paduan dan Cara membuat Martabak Manis Warisan Turun-Temurun

Aneka Jajanan Warisan Kita Hallo Sahabat Foodie Explorer! Siapa yang tidak mengenal jajanan satu ini? 🍯 Fakta Unik dan Sejarah Martabak Manis Martabak manis merupakan salah satu jajanan paling populer di Indonesia, dikenal karena rasanya yang lembut, manis legit, dan bisa dikreasikan dengan berbagai topping seperti cokelat, keju, kacang, hingga durian. Menariknya, di berbagai daerah Indonesia, martabak manis punya nama berbeda-beda. Di Jakarta dan sebagian besar Jawa disebut martabak manis, sedangkan di Bandung dikenal dengan nama terang bulan. Di Sumatra, sebagian orang menyebutnya martabak Bangka karena memang banyak pedagang asal Bangka yang memperkenalkannya. Secara sejarah, martabak manis diyakini terinspirasi dari kuliner asal China bernama min chiang kueh (pancake isi kacang tanah), yang kemudian mengalami penyesuaian bahan dan rasa ketika masuk ke Indonesia. Seiring waktu, topping dan teknik pembuatannya berkembang hingga menjadi versi modern yang kita kenal sekarang — tebal, ...