Wajib Coba! Meski Pahit, Pare Digemari Banyak Orang — Ini Dia 5 Macam Kreasi Menu Unik dari Si Hijau Menyegarkan
Gurihnya Manfaat Sayur
Hallo Sahabat Foodie Explorer, Pecinta Si Pahit Merapat!
Manfaat Pare
Pare (Momordica charantia) adalah tanaman merambat dari famili Cucurbitaceae yang masih satu keluarga dengan mentimun dan labu. Asalnya diperkirakan dari Asia Selatan, kemudian menyebar luas ke Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Buah pare dikenal dengan rasa pahit khas yang berasal dari senyawa momordisin dan charantin. Dalam 100 gram pare segar terkandung sekitar 1 gram protein, 4 gram karbohidrat, vitamin C, vitamin A, folat, zat besi, serta serat pangan yang tinggi.
Secara ilmiah, pare memiliki kandungan antioksidan dan senyawa bioaktif seperti polifenol dan saponin yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Ekstrak pare juga diketahui dapat membantu mengontrol kadar gula darah karena berperan menyerupai insulin alami.
Berikut berbagai macam cara memasak pare.
1. Goyah Chanpuru (Jepang)
Bahan:
- 2 buah pare
- 1 blok tahu, potong dadu
- 100 gram daging, iris
- 1 siung bawang merah, iris
- 2 siung bawang putih, iris
- 1 sdt kecap manis
- 1 sdt garam
- 1/2 sdt gula
- 2 sdm minyak zaitun
- 1 sdm sake (opsional)
- 1 sdm mirin (opsional)
Cara memasak:
1. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum dengan minyak zaitun.
2. Masukkan daging, tumis hingga daging berubah warna.
3. Masukkan tahu, tumis hingga tahu matang.
4. Masukkan pare, kecap manis, garam, dan gula. Tumis hingga pare matang.
5. Tambahkan sake dan mirin (jika menggunakan, versi non halal). Aduk rata.
6. Sajikan dengan taburan parsley segar.
2. Karela Sazbi (India)
Bahan:
- 2 buah pare
- 1 siung bawang merah, iris
- 2 siung bawang putih, iris
- 1 sdt garam
- 1/2 sdt gula
- 1 sdt rempah-rempah (cumin, coriander, turmeric)
- 2 sdm minyak zaitun
- 1 sdm lemon juice (opsional)
Cara memasak:
1. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum dengan minyak zaitun.
2. Masukkan pare, garam, gula, dan rempah-rempah. Tumis hingga pare matang.
3. Tambahkan lemon juice (jika menggunakan). Aduk rata.
4. Sajikan dengan taburan parsley segar.
3. Ampalaya con Itlog (Filipina)
Bahan:
- 2 buah pare
- 2 butir telur
- 1 siung bawang merah, iris
- 2 siung bawang putih, iris
- 1 sdt garam
- 1/2 sdt gula
- 2 sdm minyak zaitun
Cara memasak:
1. Kocok telur dalam mangkuk.
2. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum dengan minyak zaitun.
3. Masukkan pare, garam, dan gula. Tumis hingga pare matang.
4. Tuang kocokan telur ke dalam wajan. Aduk rata.
5. Sajikan dengan taburan parsley segar.
4. Stuffed Bitter Melon Soup (Vietnam)
Bahan:
- 2 buah pare
- 100 gram daging ayam, iris
- 1 siung bawang merah, iris
- 2 siung bawang putih, iris
- 1 sdt garam
- 1/2 sdt gula
- 2 sdm minyak zaitun
- 4 cangkir kaldu ayam
Cara memasak:
1. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum dengan minyak zaitun.
2. Masukkan daging ayam, tumis hingga daging ayam berubah warna.
3. Masukkan pare, garam, dan gula. Tumis hingga pare matang.
4. Tuang kaldu ayam ke dalam wajan. Aduk rata.
5. Sajikan dengan taburan parsley segar.
5. Pare Tumis dengan Saus Truffle dan Udang
Bahan:
- 2 buah pare
- 1/2 cangkir udang
- 2 siung bawang merah, iris
- 2 siung bawang putih, iris
- 1 sdt saus truffle
- 1 sdt kecap manis
- Garam dan gula secukupnya
- Minyak zaitun secukupnya
Cara memasak:
1. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum dengan minyak zaitun.
2. Masukkan udang, tumis hingga udang berubah warna.
3. Masukkan pare, saus truffle, dan kecap manis. Tumis hingga pare matang.
4. Tambahkan garam dan gula, aduk rata.
5. Sajikan dengan taburan parsley segar.
6. Pare Goreng dengan Kulit Pistachio dan Saus Chimichurri
Bahan:
- 2 buah pare
- 1/2 cangkir kulit pistachio
- 1/4 cangkir saus chimichurri
- 1 sdt tepung bumbu
- Garam dan gula secukupnya
- Minyak goreng secukupnya
Cara memasak:
1. Goreng pare hingga matang dengan minyak goreng.
2. Taburi kulit pistachio di atas pare.
3. Sajikan dengan saus chimichurri.
4. Tambahkan garam dan gula, aduk rata.
7. Pare Rebus dengan Daun Jambu Biji dan Saus Santan
Bahan:
- 2 buah pare
- 2 lembar daun jambu biji
- 1/2 cangkir saus santan
- Garam dan gula secukupnya
Cara memasak:
1. Rebus pare dengan daun jambu biji hingga matang.
2. Tambahkan saus santan, garam, dan gula. Aduk rata.
3. Sajikan dengan taburan parsley segar.
8. Pare Tumis dengan Daging Ayam dan Saus Pedas
Bahan:
- 2 buah pare
- 1/2 cangkir daging ayam, iris
- 2 siung bawang merah, iris
- 2 siung bawang putih, iris
- 1 sdt saus pedas
- Garam dan gula secukupnya
- Minyak zaitun secukupnya
Cara memasak:
1. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum dengan minyak zaitun.
2. Masukkan daging ayam, tumis hingga daging ayam berubah warna.
3. Masukkan pare, saus pedas, garam, dan gula. Tumis hingga pare matang.
4. Sajikan dengan taburan parsley segar.
9. Pare Goreng dengan Tepung Bumbu dan Saus Mayo
Bahan:
- 2 buah pare
- 1 sdt tepung bumbu
- 1/4 cangkir saus mayo
- Garam dan gula secukupnya
- Minyak goreng secukupnya
Cara memasak:
1. Goreng pare hingga matang dengan minyak goreng.
2. Taburi tepung bumbu di atas pare.
3. Sajikan dengan saus mayo.
4. Tambahkan garam dan gula, aduk rata.
10. Pare Rebus dengan Cuka, Garam, dan Gula
Bahan:
- 2 buah pare
- 1 cangkir cuka
- 2 sdm garam
- 2 sdm gula
Cara memasak:
1. Rebus pare dengan cuka, garam, dan gula hingga matang.
2. Sajikan dengan taburan parsley segar.
Berikut beberapa tips untuk mengurangi rasa pahit pada pare:
TERTARIK BACA:
Tips mengurangi rasa pahit dari pare!
- Rendam pare dengan air garam: Sebelum memasak, rendam pare dengan air garam selama 30 menit untuk mengurangi rasa pahit.
- Gunakan bawang merah dan bawang putih: Tumis bawang merah dan bawang putih sebelum memasak pare dapat membantu mengurangi rasa pahit.
- Tambahkan gula: Menambahkan gula dalam jumlah kecil dapat membantu menyeimbangkan rasa pahit pada pare.
- Gunakan lemon atau jeruk nipis: Menambahkan lemon atau jeruk nipis dapat membantu mengurangi rasa pahit pada pare.
- Memasak pare dengan sayuran lain seperti wortel atau kentang dapat membantu mengurangi rasa pahit.
- Memasak pare dengan teknik memasak yang tepat, seperti merebus atau mengukus, dapat membantu mengurangi rasa pahit.
- Pilih pare yang muda: Pare yang muda cenderung memiliki rasa yang lebih manis dan kurang pahit dibandingkan dengan pare yang tua.
Berikut FYI singkat, asal-usul sejarah, tentang makanan-makanan tersebut:
1. Goyah Chanpuru (Jepang):
Asal Usul: Okinawa, Jepang
Sejarah: Goyah chanpuru adalah hidangan tradisional Okinawa yang diciptakan pada abad ke-16. Nama "chanpuru" berasal dari bahasa Okinawa yang berarti "campuran".
Deskripsi: Hidangan ini terbuat dari pare, tahu, dan daging babi, dimasak dengan kecap manis dan garam.
2. Karela Sazbi (India):
Asal Usul: India Utara
Sejarah: Karela sazbi adalah hidangan tradisional India yang telah ada sejak abad ke-16. Nama "karela" berasal dari bahasa Hindi yang berarti "pare".
Deskripsi: Hidangan ini terbuat dari pare, dimasak dengan bawang merah, bawang putih, dan rempah-rempah lainnya.
3. Ampalaya con Itlog (Filipina):
Asal Usul: Filipina
Sejarah: Ampalaya con itlog adalah hidangan tradisional Filipina yang diciptakan pada abad ke-19. Nama "ampalaya" berasal dari bahasa Tagalog yang berarti "pare".
Deskripsi: Hidangan ini terbuat dari pare, telur, dan bawang merah, dimasak dengan garam dan gula.
4. Stuffed Bitter Melon Soup (Vietnam):
Asal Usul: Vietnam Utara
Sejarah: Stuffed bitter melon soup adalah hidangan tradisional Vietnam yang telah ada sejak abad ke-18. Nama "bitter melon" berasal dari bahasa Inggris yang berarti "pare".
Deskripsi: Hidangan ini terbuat dari pare yang diisi dengan daging ayam atau sapi, dimasak dengan kaldu ayam atau sapi.
Semoga bisa membantu menambah wawasan bagi para Sahabat Foodie Explorer.

Komentar
Posting Komentar