Gurihnya Khas Nusantara
Kunci kekentalan kuah bukan cuma dari tepung, tapi juga dari rebusan ceker, campuran telur rebus hancur, dan larutan kacang sangrai blender.
Ebi dan tomat bukan sekadar penambah rasa, tapi pembentuk karakter kuah yang dalam.
Asam, manis, dan pedas harus seimbang, dan itu butuh teknik layering saat menumis.
Tidak perlu over-crowded topping, tapi penuh rasa.
- 6 cabai rawit merah
- 4 cabai merah besar
- 3 siung bawang putih
- 4 siung bawang merah
- 1 ruas besar kencur
- 1 sdm ebi sangrai (rendam & blender bersama)
- 1 buah tomat merah besar
- 1 sdt kacang tanah goreng (tambahan spesial buat efek kental dan gurih)
- Kerupuk bawang warna-warni (rebus setengah matang)
- Kwetiau basah
- Makaroni spiral
- Ceker ayam rebus (pakai airnya juga)
- Telur (1 butir dikocok, 1 butir direbus lalu dihancurkan)
- Sosis iris, bakso ikan, dan jamur enoki
- Sawi hijau, kol ungu (biar warna menarik)
- 1 sdm gula merah cair
- 1 sdm air asam jawa
- 1 sdm kecap manis
- 1/2 sdt kecap asin
- Garam & kaldu jamur
- 1/2 sdt bubuk kari (opsional, tapi efeknya luar biasa)
- 1 sdt larutan tepung kanji
- 1 sdt minyak wijen (optional tapi ngangkat rasa)
1. Rebus ceker hingga empuk, pisahkan air rebusannya untuk kuah.
2. Tumis bumbu halus hingga benar-benar matang, tambahkan sedikit minyak lebih agar bumbu “naik”.
3. Masukkan telur kocok, aduk cepat. Lalu masukkan telur rebus yang sudah dihancurkan, aduk rata.
4. Masukkan kerupuk, makaroni, dan kwetiau. Aduk cepat di atas api besar.
5. Tuang air rebusan ceker panas secukupnya. Aduk hingga kuah mendidih.
6. Tambahkan gula merah cair, air asam jawa, kecap manis, kecap asin, bubuk kari, garam, dan kaldu jamur.
7. Tuangkan larutan tepung kanji dan aduk perlahan sampai kuah kental.
8. Masukkan jamur enoki dan sayuran terakhir supaya tidak overcook.
9. Tambahkan minyak wijen sesaat sebelum disajikan agar aroma naik.


Komentar
Posting Komentar